Kamis, 20 Februari 2014

GEJALA IRITATIF PADA HYPERPLASIA PROSTAT

Prostat adalah salah satu organ pada alat reproduksi pria yang bisa disebut merupakan salah satu organ yang penting karena organ ini menghasilkan membentuk cairan untuk menutrisi sperma. Prostat ini merupakan organ berupa kelenjar yang berbentuk seperti lobus terletak dibelakang pangkal penis tepat dibawah kandung kemih mengelilingi uretra (saluran kencing).
Hal inilah yang menjadi alasan utama mengapa gangguan pada prostat misalnya seperti Hiperplasia Prostat atau Pembesaran Prostat Jinak menimbulkan gangguan pada perkemihan. Keluhan pada saluran kemih sebelah bawah (LUTS)  pada Hiperplasia Prostat terdiri atas gejala obstruktif dan gejala iritatif. Namun tidak semua prostat yang membesar akan menimbulkan gejala obstruksi, sehingga meskipun volume kelenjar periurethral sudah membesar dan elastisitas leher vesika, otot polos prostat dan kapsul prostat menurun, tetapi apabila masih dikompensasi dengan kenaikan daya kontraksi otot detrusor maka gejala obstruksi belum dirasakan.
Gejala iritatif disebabkan oleh karena pengosongan vesica urinaria yang tidak sempurna pada saat miksi atau disebabkan oleh hipersensitifitas otot detrusor karena pembesaran prostat menyebabkan rangsangan pada vesica, sehingga vesica sering berkontraksi meskipun belum penuh. Gejalanya ialah :
http://andrologihospital.com/hyperplasia-prostat.html·         Bertambahnya frekuensi miksi (Frequency)
·         NokturiaMiksi sulit ditahan (Urgency)
·         Disuria (Nyeri pada waktu miksi)
Gejala-gejala tersebut diatas sering disebut sindroma prostatismus. Secara klinis derajat berat gejala prostatismus itu dibagi menjadi :
·         Grade I : Gejala prostatismus + sisa kencing <>
·         Grade II : Gejala prostatismus + sisa kencing > 50 ml
·         Grade III: Retensi urin dengan sudah ada gangguan saluran kemih bagian atas + sisa urin > 150 ml.
 
 Article From : andrologihospital

Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik konsultasi online, dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911922. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

GEJALA OBSTRUKTIF PADA HYPERPLASIA PROSTAT

Prostat adalah salah satu organ pada alat reproduksi pria yang bisa disebut merupakan salah satu organ yang penting karena organ ini menghasilkan membentuk cairan untuk menutrisi sperma. Prostat ini merupakan organ berupa kelenjar yang berbentuk seperti lobus terletak dibelakang pangkal penis tepat dibawah kandung kemih mengelilingi uretra (saluran kencing).
Hal inilah yang menjadi alasan utama mengapa gangguan pada prostat misalnya seperti Hiperplasia Prostat atau Pembesaran Prostat Jinak menimbulkan gangguan pada perkemihan. Keluhan pada saluran kemih sebelah bawah (LUTS)  pada Hiperplasia Prostat terdiri atas gejala obstruktif dan gejala iritatif. Gejala obstruktif disebabkan oleh karena penyempitan uretra pars prostatika karena didesak oleh prostat yang membesar dan kegagalan otot detrusor untuk berkontraksi cukup kuat dan atau cukup lama sehingga kontraksi terputus-putus. Gejalanya ialah :
  • Harus menunggu pada permulaan miksi (Hesistancy)
  • Pancaran miksi yang lemah (weak stream)
  • Miksi terputus (Intermittency)
    http://andrologihospital.com/hyperplasia-prostat.html
  •  Menetes pada akhir miksi (Terminal dribbling)
  •  Rasa belum puas sehabis miksi (Sensation of incomplete bladder emptying).
Untuk manifestasi klinis berupa obstruksi pada penderita hipeplasia prostat masih tergantung tiga faktor, yaitu :
  •  Volume kelenjar periuretral
  • Elastisitas leher vesika, otot polos prostat dan kapsul prostat
  •   Kekuatan kontraksi otot detrusor
·         Prostat adalah salah satu organ pada alat reproduksi pria yang bisa disebut merupakan salah satu organ yang penting karena organ ini menghasilkan membentuk cairan untk menutrisi sperma. Prostat ini merupakan organ berupa kelenjar yang berbentuk seperti lobus terletak dibelakang pangkal penis tepat dibawah kandung kemih mengelilingi uretra (saluran kencing).
·         Hal inilah yang menjadi alasan utama mengapa gangguan pada prostat misalnya seperti Hiperplasia Prostat atau Pembesaran Prostat Jinak menimbulkan gangguan pada perkemihan. Keluhan pada saluran kemih sebelah bawah (LUTS)  pada Hiperplasia Prostat terdiri atas gejala obstruktif dan gejala iritatif.
 
Article From : andrologihospital

Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik konsultasi online, dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911922. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

TERAPI PEMBEDAHAN PADA HIPERPLASIA PROSTAT

Pada sakit prostat terutama Pembesaran Prostat Jinak atau Hiperplasia Prostat terapi dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu antara lain dengan :
http://andrologihospital.com/hyperplasia-prostat.html1.      Observasi/ WW
2.      Terapi pemberian obat-obatan
3.      Pembedahan 
Untuk pembedahan biasanya  dilakuakan dengan berapa metode yaitu antara lain :
a.       Transurethral Resection of the Prostate (TURP)
Dilakukan pada pasien baik dengan LUTS sedang atau pun berat, yang menginginkan perawatan secara aktif, atau yang mengalami kegagalan terapi atau tidak menginginkan terapi dengan obat. Menghilangkan bagian adenomatosa dari prostat yang menimbulkan obstruksi dengan menggunakan resektoskop dan elektrokauter.
b.      Transurethral Incision of the Prostate (TUIP)
Dilakukan terhadap penderita dengan gejala sedang sampai berat dan dengan ukuran prostat kecil (<30 gram).
c.       Open Prostatectomy
Diindikasikan untuk pasien dengan prostat terlalu besar untuk dilakukan TURP karena takut penyembuhan tidak sempurna, perdarahan yang signifikan, atau risiko dilusi natremia.
d.      Transurethral electrovaporization (TUVP)
Merupakan alternative lain untuk TURP khususnya untuk pasien beresiko tinggi dengan prostate kecil.
e.       Laser Prostatectomy
Tekniknya antara lain Transurethral laser induced prostatectomy (TULIP) yang dilakukan dengan bantuan USG, Visual coagulative necrosis, Visual laser ablation of the prostate (VILAP), dan interstitial laser therapy.
f.        Prostatic stents
Hanya diberikan kepada pasien yang memiliki resiko tinggi, yang ditunjukkan dengan kekambuhan retensi urin sebagai alternatif kateterisasi, dan bagi mereka yang tidak dapat menjalani terapi yang lainnya
g.      Emerging techniques
Meliputi High-intensity focused ultrasound (HIFU), chemoablation of the prostate, water induced thermotherapy (WIT) dan plasma energy in a saline environment (PlasmaKinetic®) yang hanya digunakan dalam percobaan klinis saja.
h.      Obsolete techniques
Transurethral baloon dilatation : dilakukan dengan memasukkan kateter yang dapat mendilatasi fosa prostatika dan leher kandung kemih. Dilatasi balon dan transrektal/hipertermi transurethral tidak lagi direkomendasikan untuk mengatasi BPH.
 
Article From : andrologihospital

Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik konsultasi online, dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911922. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

TERAPI PENGOBATAN PADA HIPERPLASIA PROSTAT

Adanya gangguan prostat pada kaum pria sering dikaitkan dengan pertambahan usia pada kaum pria itu sendiri. Pasalnya memang usia seorang pria sangat berpengaruh terhadap resiko akan terjangkitnya penyakit prostat pada pria tersebut. Hal ini dibuktikan dari angka yang ditunjukkan oleh banyaknya penderita penyakit prostat pada usia-usia tertentu yaitu  pada pria usia 40 tahun kurang lebih 10% yang terserang penyakit prostat, pada usia 50 tahun sekitar 35%, dan pada usia 80 tahun meningkat mejadi 70%. 
http://andrologihospital.com/hyperplasia-prostat.htmlDan salah satu penyakit prstat yang mengancam pada pria di usia lanjut adalah hyperplasia prostat (BPH). Penyebabnya belum diketahui, tetapi mungkin akibat adanya perubahan kadar hormon yang terjadi karena proses penuaan. Yaitu terjadi karena pengaruh hormone testoteron yang diubah menjadi dihidrostestoteron di sel prostat. Penyakit ini menimbulkan ketidaknyamanan pada penderitanya karena biasanya menimbulkan gejala yang mengganggu system perkemihan.
Untuk mengatasi permasalahan ini dapat dilakukan dengan pemberian terapi farmakologi.Terapi farmakologi untuk Hiperplaia Prostat ini dapat dikategorikan menjadi 3 tipe, yaitu agen yang bekerja merelaksasi otot polos prostate (menurunkan faktor dinamik), agen yang mengganggu efek stimulasi testosterone pada kelenjar prostate yang membesar (menurunkan faktor static), dan kombinasi terapi dari keduanya.
a.       α-blockers,
Semua α-blocker memiliki kemanjuran klinik yang mirip. Terapi dengan α-blocker brdasarkan hipotesis bahwa LUTS sebagian disebabkan oleh kontraksi otot polos prostate dan leher kandung kencing yang dimediasi oleh α1-adrenergik yang menghasilkan tersumbatnya saluran kemih. Agen ini merelaksasi sfingter intrinsik uretral dan otot polos prostate namun tidak mengecilkan ukuran prostate.
Obat yang biasa digunakan adalah α-blocker  generasi kedua yaitu seperti:
·         Prazosin dengan dosis 2-10 mg dalam 2 atau 3 dosis terbagi dalam waktu 2 – 6 minggu.
·         Terazosin dengan dosis 1-10 mg dosis tunggal, maksimum 20 mg dalam waktu 2 – 6 minggu.
·         Doxazosin dengan dosis 1 – 4 mg dosis tunggal, maksimum 8 mg dalam waktu 2 – 6 minggu.
·         Doxazosin GTS dengan dosis 4 atau 8 mg dosis tunggal, maksimum 8 mg, dalam waktu beberapa hari.
·         Alfuzosin 10 mg dosis tunggal, dalam waktu beberapa hari
Selain itu juga ada α-blocker generasi ketiga yang tersedia di Amerika yaitu Tamsulosin. Obat ini bekerja secara selektif pada reseptor α1-adrenergik prostate yang menyusun kurang lebih 70% dari reseptor adrenergic dari kelenjar prostate. Blockade pada reseptor tersebut menghasilkan relaksasi otot polos dari prostate dan kandung kemih tanpa menyebabkan relaksasi otot polos vaskuler perifer.
Terapi dengan obat – obat tersebut harus diawali dengan dosis rendah, untuk meningkatkan toleransi terhadap kemungkinan terjadinya efek samping seperti hipotensi ortostatik dan pening.
b.      5α-reductase-inhibitors (finasteride atau dutasteride)
Merupakan obat pilihan untuk pasien dengan LUTS sedang/berat dan prostate membesar (>40 g). kedua obat tersebut menurunkan volume prostate hingga 20-30% dan memiliki kemanjuran klinik yang mirip. 5α-reductase-inhibitors dapat mencegah perkembangan BPH, meningkatkan skor gejala hingga 15% dan juga dapat menyebabkan peningkatan yang lumayan pada  aliran berkemih yaitu 1,3 – 1,6 mL/s.
1.      Finasteride
Finasteride lebih efektif diberikan kepada pasien dengan prostat lebih besar dari pada 40 mL. Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa finasteride secara signifikan dapat mengurangi retensi urin akut dan pembedahan pada penderita BPH. Finasteride juga mampu menurunkan tingkat PSA dalam serum (Rosette, et al., 2004). Finasteride memiliki efek samping yang berkaitan dengan fungsi seksual. Pada sebuah penelitian, dilaporkan terjadinya efek samping penurunan libido (6,4%), impoten (8,1%), penurunan ejakulat (3,7%) dan kurang dari 1% pasien mengalami keluhan lain seperti kemerahan, pembesaran dan pelembekan payudara   (Rosette, et al., 2004).
2.      Dutasteride
Dutasteride merupakan 5α-reductase-inhibitors nonselektif yang menekan isoenzin tipe 1 dan 2, dan sebagai konsekuensinya lebih cepat dan lebih efektif dalam menurunkan produksi DHT intraprostat dan tingkat DHT serum hingga 90%. Kombinasi terapi α1-adrenergic antagonist dengan 5α-reductase-inhibitorsideal diberikan kepada pasien dengan gejala berat, yang juga mengalami pembesaran prostat lebih dari 40 g dan tingkat PSA sedikitnya 1,4 ng/mL. kekurangan dari terapo kombinasi ini adalah meningkatnya biaya pengobatan, dan peningkatan kejadian munculnya efek yang tidak diharapkan.

 Article From : andrologihospital

Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik konsultasi online, dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911922. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

PERAWATAN PERTAMA PADA PENDERITA HYPERPLASIA PROSTAT

Pada pria dengan usia lanjut biasanya akan rentan mengalami gangguan prostat salah satunya adalah Hyperplasia Prostat (BPH/ Benign Prostate Hyperplasia). Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa dfaktor namun pada umumnya faktor yang paling banyak berpengaruh adalah gangguan keseimbangan hormone testoteron dan esterogen pada pria akibat peningkatan usia.
Penyakit ini mudah kenali oleh dokter bila dilihat secara klinis dan melaluipemeriksaan colok dubur. Dan untuk menangani permasalahan ini  kadang tidak perlu dilakukan penanganan yang serius, dan hanya perlu diobservasi saja atau umumnya dikenal dengan metode Watchful waiting (WW).
http://andrologihospital.com/hyperplasia-prostat.htmlWatchful waiting umumnya dilakukan pada penderita dengan keluhan ringan, atau sedang hingga berat namun tidak memiliki dampak atau berdampak minimal pada kualitas hidup pasien. Tindakan yang dilakukan adalah observasi saja tanpa pengobatan. Pasien yang sedang menjalani WW secara periodik mengunjungi dokter untuk dilakukan monitoring. Penenteraman hati pasien, pemberian pemahaman mengenai penyakit ini, dan modifikasi gaya hidup direkomendasikan untuk mengoptimalkan WW.
Modifikasi gaya hidup yang dapat dilakukan diantaranya buang air kecil sebelum tidur, mengurangi minum setelah makan malam, hindari obat dekongestan, menghindari konsumsi kafein dan alkohol, pengosongan kandung kemih yang lebih sering ketika tidak sedang tidur, tiap 3 bulan kontrol keluhan, sisa kencing dan colok dubur.
 
Article From : andrologihospital

Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik konsultasi online, dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911922. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

KETIDAKSEIMBANGAN HORMONAL PRIA MENYEBABKAN HYPERPLASIA PROSTAT

http://andrologihospital.com/hyperplasia-prostat.htmlPertambahan usia pada manusia terutama menuju ke usia lanjut sangatlah berpengaruh pada perubahan organ-organ tubuhnya, termasuk pada organ reproduksinya. Hal ini juga biasa terjadi pada pria, dimana peningkatan usia pada pria menuju usia lanjut sangatlah berpengaruh pada organ reproduksinya terutama organ prostat yang yang memang merupakan salah organ penting pada alat reproduksi pria.
Hal ini disebabkan karena dengan bertambahnya usia akan terjadi perubahan keseimbangan hormonal, yaitu antara hormon testosteron dan hormon estrogen. Hal ini terjadi karena, dimana pada keadaan normal hormon gonadotropin hipofise yang seharusnya akan menyebabkan produksi hormone testoteron testis yang akan mengontrol pertumbuhan prostat pada keadaan makin bertambahnya usia, akan terjadi penurunan dari fungsi testikuler (spermatogenesis) yang akan menyebabkan penurunan yang progresif dari sekresi  testoteron. Hal ini mengakibatkan hormon gonadotropin akan sangat merangsang produksi hormon estrogen oleh sel sertoli. Dilihat dari fungsional histologis, prostat terdiri dari dua bagian yaitu sentral sekitar uretra yang bereaksi terhadap estrogen dan bagian perifer yang tidak bereaksi terhadap estrogen.
Karena produksi testosteron menurun dan terjadi konversi testosteron menjadi estrogen pada jaringan adiposa di perifer dengan pertolongan enzim aromatase, dimana sifat estrogen ini akan merangsang terjadinya hiperplasia pada stroma. Hiperplasia stomal pada jaringan prostat periuretral adalah satu temuan mikroskopis awal pada pria dengan BPH atau hiperplasia prostat.
Pada suatu saat, estrogen menginisiasi hiperplasia stromal, yang juga menginduksi hiperplasia epithelial. Kemungkinan lain ialah perubahan konsentrasi relatif testosteron dan estrogen akan menyebabkan produksi dan potensiasi faktor pertumbuhan lain yang dapat menyebabkan terjadinya pembesaran prostat.

 Article From : andrologihospital

Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik konsultasi online, dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911922. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

Rabu, 19 Februari 2014

APA YANG DIMAKSUD DENGAN TERATOZOOSPERMIA

Gangguan pada sperma pria umumnya sedikit banyak dapat mempengaruhi kesuburan pada pria. Karena sperma merupakan poin penting untuk melakukan pembuahan. Dan hal yang paling penting untuk terjadinya pembuahan adalah sperma harus dalam kondisi dan kwalitas yang baik. Karena untuk bertemu sel telur dan akhirnya melakukan pembuahan sel-sel sperma harus melalui perjalanan panjang yang tentu saja banyak rintangannya. Jadi bila sperma memiliki kwalitas tidak baik maka akhirnya hanya akan mati ditengah jalan sebelum mencapai tuba untuk bertemu sel telur.
Untuk mengetahui baik buruknya kwalitas sperma bisa dilakukan dengan pemeriksaan analisis sperma. Dengan pemeriksaan analisis sperma maka dapat diketahui bagaimana morfologi (bentuk), motilitas (gerakan), serta jumlah sel sperma tersebut. Sehingga apabila terdapat kelainan pada sperma bisa segera diketahui dengan melakukan tes ini.
Salah satu kelainan sperma yang dapat diketahui melalui Analisa sperma adalah Teratozoospermia. Teratozoospermia adalah kelainan pada sperma dimana morfologi (bentuk) sperma banyak yang abnormal. Pada penderitaTeratozoospermia bentuk sperma yang abnormal lebih dari 30 persen.
Sementara sperma masih dianggap normal bila yang abnormal hanya 30 persen. Bentuk sperma yang normal memiliki kepala dan ekor, sedangkan yang abnormal memiliki dua kepala atau dua ekor.
Kelainan pada sperma ini dapat dikategorikan menjadi 3 kelompok yaitu :
Teratozoospermia ringan, dimana sperma yang  bentuknya masih normal hanya sekitar 15%.
Teratozoospermia sedang, dimana sperma yang bentuknya masih normal hanya sekitar 10-15%.
Teratozoospermia  berat, dimana sperma yang bentuknya masih normal hanya kurang dari 10%.
Secara normal, sperma yang baik harus memiliki kepala yang berbentuk oval, dengan penghubung pada bagian tengahnya serta ekor yang panjang.

 Article From : andrologihospital

Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik konsultasi online, dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911922. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.