Tampilkan postingan dengan label asthenozoospermia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label asthenozoospermia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Februari 2014

APA YANG DIMAKSUD DENGAN TERATOZOOSPERMIA

Gangguan pada sperma pria umumnya sedikit banyak dapat mempengaruhi kesuburan pada pria. Karena sperma merupakan poin penting untuk melakukan pembuahan. Dan hal yang paling penting untuk terjadinya pembuahan adalah sperma harus dalam kondisi dan kwalitas yang baik. Karena untuk bertemu sel telur dan akhirnya melakukan pembuahan sel-sel sperma harus melalui perjalanan panjang yang tentu saja banyak rintangannya. Jadi bila sperma memiliki kwalitas tidak baik maka akhirnya hanya akan mati ditengah jalan sebelum mencapai tuba untuk bertemu sel telur.
Untuk mengetahui baik buruknya kwalitas sperma bisa dilakukan dengan pemeriksaan analisis sperma. Dengan pemeriksaan analisis sperma maka dapat diketahui bagaimana morfologi (bentuk), motilitas (gerakan), serta jumlah sel sperma tersebut. Sehingga apabila terdapat kelainan pada sperma bisa segera diketahui dengan melakukan tes ini.
Salah satu kelainan sperma yang dapat diketahui melalui Analisa sperma adalah Teratozoospermia. Teratozoospermia adalah kelainan pada sperma dimana morfologi (bentuk) sperma banyak yang abnormal. Pada penderitaTeratozoospermia bentuk sperma yang abnormal lebih dari 30 persen.
Sementara sperma masih dianggap normal bila yang abnormal hanya 30 persen. Bentuk sperma yang normal memiliki kepala dan ekor, sedangkan yang abnormal memiliki dua kepala atau dua ekor.
Kelainan pada sperma ini dapat dikategorikan menjadi 3 kelompok yaitu :
Teratozoospermia ringan, dimana sperma yang  bentuknya masih normal hanya sekitar 15%.
Teratozoospermia sedang, dimana sperma yang bentuknya masih normal hanya sekitar 10-15%.
Teratozoospermia  berat, dimana sperma yang bentuknya masih normal hanya kurang dari 10%.
Secara normal, sperma yang baik harus memiliki kepala yang berbentuk oval, dengan penghubung pada bagian tengahnya serta ekor yang panjang.

 Article From : andrologihospital

Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik konsultasi online, dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911922. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

METODE UNTUK MEMBANTU PRIA TERATOSPERMIA UNTUK MEDAPATKAN KETURUNAN

Bagi pria yang mengalami gangguan sperma Teratozoospermia maka akan sulit untuk dapat menghamili pasangannya. Dimana Teratozoospermia sendiri merupakan kelainan pada sperma yang ditandai dengan kondisi morfologi (bentuk) sperma banyak yang abnormal. Dimana untuk mendapatkan pembuahan dibutuhkan minimal 25% sperma yang harus bisa berenang dengan cepat menuju sel telur dari sperma yang keluar dalam jumlah normal. Dan 30 persennya harus berbentuk normal alias sempurna.
Jika sperma yang mampu berenang dengan cepat dan  berbentuk normal kuarang dari ketentuan diatas maka keberhasilan pembuahan akan sulit didapatkan. Namun bagi anda yang memiliki pasangan dengan kelainan sperma Teratozoospermia tersebut tidak perlu berkecil hati terlebih dahulu. Bila anda merasa telah melakukan berbagai hal untuk memperbaiki morfologi sperma pasangan anda untuk bisa segera mendapatkan kehamilan namun ternyata gagal anda bisa mencoba cara lain dalam mendapatkan kehamilan. Cara lain yang dapat ditempuh untuk mendapatkan kehamilan adalah dengan TRB atau Teknologi Reproduksi Berbantu. Dan TRB ini juga ada beberapa macam. Namun untuk kasus Teratozoospermia ini cara yang lebih efekstf adalah dengan program bayi tabung. Sedangkan tindakan IUI (inseminasi) terbukti tidak banyak membantu permasalahan pada kasus ini.
Metode pembuahan yang biasanya dilakukan untuk kasus ini adalah ICSI = Intra cytoplasmic Sperm injection (tindakan menyuntikkan sperma ke dalam sel telur) pada proses bayi tabung. Dengan menggunakan metode pembuahan ini pembuahan bisa terjadi karena proses pembuahan dilakukan dengan menyuntikan secara langsung sel sperma yang sudah dipilih yang paling baik kwalitasnya ke dalam sel telur.
 
Article From : andrologihospital

Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik konsultasi online, dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911922. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

SUHU PANAS DAPAT MEMBUNUH SPERMA

Salah satu faktor yang dapat menurunkan kesuburan pada pria hingga menimbulkan kemandulan adalah terjadinya gangguan pada sperma. gangguan pada sperma ada beberapa macam salah satunya adalah Teratospermia atau bentuk sperma banyak yang abnormal. Banyaknya sperma yang berbentuk tidak normal tentu dapat mempengaruhi kwalitas sperma menjadi buruk yang akhirnya menyebabkan sulitnya terjadi pembuahan.
Dan menurut penelitian salah satu penyebab yang dapat menyebabkan menurunnya kwalitas sperma atau terjadinya kelainan pada sperma salah satunya adalah testis terlalu sering mengalami peningkatan suhu akibat terpapar oleh benda yang memiliki suhu lebih panas.
Hal ini disebabkan karena peningkatan suhu pada testis dapat mengurangi kinerja testis dalam memproduksi sperma, dan jika temperatur testis naik hingga 98 derajat, produksi sperma bisa terhenti dan dampaknya bisa terjadi hingga beberapa bulan. Salah satu hal yang bisa membuat suhu testis naik adalah berendam dalam air panas. Temperatur yang tinggi tidak baik untuk testis, dan berdasarkan studi yang diterbitkan pada 2007, berendam selama 30 menit di Jacuzzi atau bak panas bisa menurunkan produksi sperma sementara.
Karena sperma butuh waktu lama untuk dewasa, maka produksi bisa kembali pulih dalam jangka waktu tiga, enam bahkan hingga sembilan bulan. Namun sebelum hal ini terjadi ada baiknya anda menghindari kebiasaan buruk yang dapat mengganggu kinerja testis tersebut.
 
Article From : andrologihospital

Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik konsultasi online, dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911922. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

HATI-HATI BILA PRIA MENGALAMI DEMAM TINGGI

Salah satu faktor yang dapat menghambat terjadinya kehamilan adalah gangguan pada sperma pria. gangguan pada sperma secara langsung menyebabkan penurunan sperma yang berakibat mengganggu kesuburan pada pria. Dan salah satu gangguan yang dapat terjadi sperma adalah terjadinya Teratozoospermia, atau banyak sperma yang berbentuk tidak normal.
Gangguan pada sperma ini tidak hanya dapat disebabkan oleh kebiasaan buruk yang sering dilakukan oleh pria namun beberapa penyakit juga dapat mempengaruhi terjadinya gangguan ini. Namun dalam hal ini tidak hanya penyakit yang berbahaya saja yang bisa beresiko menimbulkan kelainan pada sperma, kadang penyakit sepele pada pria juga dapat memicu terjadinya gangguan pada sperma ini. Salah satunya adalah demam tinggi.
Demam tinggi juga bisa menaikkan suhu tubuh, dan sama seperti halnya berendam terlalu lam di jakuzzi, demam juga dapat amenyebabkan peningkatan suhu pada testis yang artinya memberi dampak pada menurunnya produksi sperma. Konsentrasi terbentuknya sperma bisa menurun hingga 35 persen, selama orang tersebut mengalami demam.
Maka dari itu jangan pernah meremehkan penyakit seringan apapun, karena bisa jadi penyakit tersebut ringan namun efek yang ditimbulkan jauh lebih besar daripada yang kita bayangkan.
 
 Article From : andrologihospital

Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik konsultasi online, dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911922. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

Senin, 17 Februari 2014

KECUKUPAN B KOMPLEK DIBUTUHKAN UNTUK KESEHATAN REPRODUKSI PRIA

Tidak dapat dipungkiri vitamin B kompleks memiliki peranan penting dalam metabolisme tubuh manusia. Vitamin B kompleks terdiri dari tiamin (vitamin B1), riboflavin (vitamin B2), niasin (vitamin B3), asam pantotenat (vitamin B5), pyridoxine (vitamin B6), biotin (vitamin H atau B7), asam folat (vitamin B9) dan cobalamins (vitamin B12).
Dimana masing-masing jenis vitamin B ini memiliki fungsi sendiri-sendiri dalam metabolisme tubuh. Namun secara umum vitamin B kompleks memiliki manfaat antara lain :
1. Produksi Energi
2. Sistem Saraf
3. Sistem Pencernaan
4. Meningkatkan Memori
5. Kesehatan Kulit, Rambut, dan Kuku
6. Kehamilan yang Sehat
Selain manfaat diatas ternyata sistem saraf kita juga membutuhkan vitamin B untuk mempertahankan keadaan sehat. Hal ini juga diperlukan oleh sperma pria karena kekurangan vitamin B12 cenderung menghasilkan jumlah sperma yang lebih rendah dan lebih lemah pergerakannya. Sehingga dapat menimbulkan kelainan pada sprema yaitu Oligospermia dan Asthenozoospermia.
http://andrologihospital.com/asthenozoospermia.htmlMaka dari itu bagi kaum pria mencukupi kebutuhan vitamin B komplek dalam tubuh sangatlah penting untuk selalu menjaga kwalitas spermanya agar tetap baik. Dan vitamin B kompleks dapat diperoleh dari berbagai sumber makanan baik dari hewani, maupun sayuran dan buah-buahan misalnya seperti asparagus, alpukat, pisang, bit, kacang hitam, dedak, hati sapi, kacang mete, kaviar, sereal, ayam, cabai, produk susu, telur, adas, daging domba, susu (sapi/kambing), jamur, pepaya, peterseli, kentang, ikan salmon, sarden, udang, kedelai, bayam, stroberi, tomat, biji bunga matahari, tempe, seluruh biji-bijian, ubi, yogurt.

Article From : andrologihospital
Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik konsultasi online, dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911922. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

PEMERIKSAAN SPERMA SECARA MIKROSKOPIK

Gangguan kelainan sperma pada pria seperti Oligospermia (produksi sperma yang rendah), Teratozoospermia (bentuk sperma tiak sempurna), Asthenozoospermia (sperma yang mampu bergerak kurang) ataupun nekrospermia (sperma mati) dapat diketahui dan didiagnosa melalui pemeriksaan analisis sperma. Tahap pertama pemeriksaan umumnya adalah pegambilan sampel, dan setelah sampel didapatkan maka akan dilakukan langkah pemeriksaan berikutnya yaitu pemeriksaan makroskopik. Setelah pemeriksaan makroskopik selesai, selanjutnya dilakukan pemeriksaan mikroskopik. Pada pemeriksaan mikroskopik, semen diperiksa morfologi, motilitas, jumlah sperma, adanya sel-sel bukan sperma, dan aglutinasi sperma. Motilitas sperma diperiksa dengan beberapa cara. Dalam beberapa tahun, telah diperkenalkan beberapa cara pemeriksaan ciri gerak sperma manusia yang objektif, termasuk pemotretan jangka waktu (time exposure) dan mikrografi komputer yang menggunakan kamera video serta cara-cara menggunakan teknologi laser.
Cara klasifikasi sederhana yang biasa dipakai adalah bahan semen satu tetes dibubuhkan pada slide dan ditutup dengan gelas penutup. Pemeriksaan dilakukan dengan mikroskop biasa, pembesaran 400 kali, kondensor diturunkan, cahaya minimal, atau memakai mikroskop fase kontras. Pemeriksaan dilakukan pada suhu kamar.
Lapangan pandang diperiksa secara sistematik dan motililas sperma yang dijumpai dicatat. Kategori yang dipakai untuk mengklasifikasi motilitas sperma disebut (a), (b), (c), (d), dan didefinisikan sebagai berikut: Kategori (a) jika sperma bergerak cepat dan lurus ke muka.
Kategori (b) jika geraknya lambat atau sulit maju lurus atau bergerak tidak lurus.
Kategori (c) jika tidak bergerak maju.
Kategori (d) jika sperma tidak bergerak. Biasanya empat sampai enam lapangan pandang yang diperiksa untuk memperoleh seratus sperma secara berurutan yang kemudian diklasifikasi sehingga menghasilkan persentase setiap kategori motilitas. Dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan ulang dengan tetesan sperma kedua yang diperlakukan dengan tatacara sama.
Pemeriksaan mikroskopik berikutnya adalah memeriksa jumlah sperma. Pemeriksaan dilakukan dengan 2 cara, yaitu secara kasar dan penghitungan dalam kamar hitung. Penentuan secara kasar dilakukan dengan menghitung jumlah spermatozoa rata-rata pada beberapa lapangan pandang pembesaran objektif 40 kali, kemudian mengalikan angka tersebut dengan 106. Jika ada 40 sperma/lapangan maka jumlah sperma secara kasar kira-kira 40 juta/ml.
Setelah menghitung jumlah sperma secara kasar, dilanjutkan pemeriksaan selular yang bukan sperma. Elemen bukan sperma juga dilihat antara lain sel epitel gepeng dari saluran uretra, sel spermatogenik, dan lekosit. Jumlah sel tersebut ditaksir dalam setiap lapangan pandangan pada sediaan basah seperti penghitungan jumlah sperma4.
Jika jumlah sel tersebut melebihi 1 juta/ml atau satu setiap lapangan pandangan dengan pembesaran objektif 40 kali, dilakukan pemulasan khusus untuk membedakan antara lekosit yang peroksidase positif dengan sel lain. Jika lekosit lebih dari 1 juta/ml mungkin perlu pemeriksaan untuk menentukan apakah orang tersebut menderita infeksi. Walaupun tidak ada sel lekosit, tidak mengesampingkan kemungkinan infeksi4.
Pada pemeriksaan mikroskopik berikut diperiksa adanya aglutinasi. Aglutinasi sperma berarti bahwa sperma motil saling melekat kepala dengan kepala, bagian tengah dengan bagian ekor, atau campuran bagian tengah dengan bagian ekor. Melekatnya sperma yang tidak motil atau motil pada benang mukus atau pada sel bukan sperma tidak boleh dicatat sebagai aglutinasi. Adanya aglutinasi merupakan petunjuk, tetapi bukan pasti akan adanya faktor imunologi sebagai penyebab infertilitas. Aglutinasi tidak tergantung banyaknya. Beberapa kelompok kecil sperma yang beraglutinasi sudah dianggap positif. Adanya aglutinasi pada analisis sperma perlu dikonfirmasi dengan uji imunologi MAR4.

Article From : andrologihospital

Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik konsultasi online, dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911922. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

PENGAMBILAN SAMPEL DALAM PEMERIKSAAN SPERMA

Mengalami  gangguan kelainan sperma seperti Oligospermia (produksi sperma yang rendah), Teratozoospermia (bentuk sperma tiak sempurna), Asthenozoospermia (sperma yang mampu bergerak kurang) ataupun nekrospermia (sperma mati) pada pria sangatlah mempengaruhi kesuburan pada pria tersebut. Dan untuk mengetahui gangguan kelainan pada sperma dibutuhkan pemeriksaan analisis sperma.
http://andrologihospital.com/asthenozoospermia.html
Langkah pertama pada pemeriksaan analisis sperma ini diawali dengan pengambilan sampel. Sebelum diambil, tentunya penderita akan diberi penjelasan tertulis tentang tatacara pengumpulan dan membawa semen ke tempat pemeriksaan. Semen diambil setelah abstinensi sedikitnya 48 jam dan tidak lebih lama dari tujuh hari. Nama, masa abstinensi, dan waktu pengambilan dicatat pada formulir yang dilampirkan pada setiap semen yang akan dianalisis. Untuk evaluasi awal, dilakukan pemeriksaan dua sediaan. Waktu antara kedua pemeriksaan tersebut bergantung pada keadaan setempat, tetapi tidak boleh kurang dari tujuh hari atau lebih dari tiga bulan. Semen diantar ke laboratorium dalam waktu satu jam sesudah dikeluarkan. Semen sebaiknya diperoleh dengan cara masturbasi dan ditampung dalam botol kaca bermulut lebar. Semen dilindungi dari suhu yang ekstrim selama pengangkutan ke laboratorium (suhu antara 20—400C).
Lalu baru dilakukan langkah selanjutnya yaitu pemeriksaan makroskopik, mikroskopik, uji biokimiawi, uji imunologi, dll sesuai dengan kebutuhan pemeriksaan itu sendiri.
Article From : andrologihospital

Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik konsultasi online, dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911922. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

FUNGSI L CARNITINE DALAM PEMBENTUKAN SPERMA

Gangguan kelainan sperma bisa disebabkan oleh kurangnya nutrisi dalam tubuh seorang pria. Karena sperma membutuhkan media yang kaya nutrisi bagi mereka untuk bertahan hidup, bergerak, dan tetap aktif. Sehingga untuk mendapatkan kwalitas sperma yang baik sangat dibutuhkan nutrisi yang mencukupi dalam tubuh pria.
Salah satu zat gizi yang dapat mempengaruhi kwalitas sperma adalah Karnitin. Karnitin adalah produk turunan dari salah satu asam amino, yaitu lisin. Karnitin berfungsi untuk membantu memindahkan zat lemak ke mitokondria, yang dapat dipakai untuk menghasilkan energi. Konsumsi karnitin secara teratur dapat membantu mengurangi tingkat yang tidak normal pada trigliserid, unsur lemak dalam darah. Karnitin secara alamiah dapat disintesis dalam tubuh manusia.
Dan selain itu bagi kaum pria zat ini ternyata sangat berpengaruh pada motilitas dan kwalitas sperma secara keseluruhan. Jadi bila pria mengalami kekurangan zat ini maka dapat berpengaruh menyebabkan pria beresiko mengalami gangguan kelainan sperma seperti Asthenozoospermia, teratozoospremia, dll.  
Hal ini disebabkan karena asam-asam amino sangat diperlukan dalam pembentukan serta fungsi normal sperma. Motilitas sperma ditentukan oleh tingkat karnitine dalam air mani dan sperma. Mereka memiliki hubungan langsung. Sperma mendapatkan motilitas dalam lingkungan dengan Karnitine yang lebih. Sebaliknya, secara keseluruhan kualitas sperma buruk jika tidak ada cukup Karnitine.
http://andrologihospital.com/asthenozoospermia.html
Karnitin sendiri adalah zat gizi yang dapat ditemukan dalam makanan yang berasal dari hewan misalnya seperti daging sapi, unggas, ikan, dan susu. Disamping itu, karnitin juga dapat diperoleh sayuran, buah-buahan, gandum, dan tempe meskipun dalam jumlah yang sedikit.

Article From : andrologihospital

Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik konsultasi online, dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911922. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

SELENIUM PENTING DALAM PEMBENTUKAN SPERMA

Sperma adalah poin penting dalam terjadinya pembuahan. Karena tanpa adanya sperma sel telur tidak dapat dibuahi. Namun penentu keberhasilan pembuahan itu sendiri tidak hanya dipengaruhi oleh keberadaan sperma saja. Kwalitas sperma juga sangat berpengaruh pada keberhasilan ini, tentunya kwalitas sperma yang baiklah yang sangat berpotensi untuk bisa melakukan pembuahan.
Kwalitas sperma sendiri sangat dipengaruhi oleh kecukupan nutrisi dalam tubuh pria. Karena sperma membutuhkan media yang kaya nutrisi bagi mereka untuk bertahan hidup, bergerak, dan tetap aktif. Sehingga untuk mendapatkan kwalitas sperma yang baik sangat dibutuhkan nutrisi yang mencukupi dalam tubuh pria.
Dan kekurangan salah satu zat gizi dalam tubuh pria juga dapat mempengaruhi terjadinya gangguan kwalitas sperma. salah satu zat gizi yang dapat mempengaruhi kwalitas sperma adalah Selenium. Selenium yang lazim disebut [Se] adalah mineral yang termasuk dalam kelompok zat gizi mikro, artinya adalah jumlah yang dibutuhkan oleh tubuh kita sangatlah sedikit,  tetapi memiliki peranan besar dalam sistem biologis tubuh kita. Namun  meskipun di konsumsi dalam jumlah kecil, selenium dapat memberikan jutaan manfaat.
Bila di konsumsi dengan vitamin E, selenium dapat menghasilkan efek sinergis sebagai antioksidan yang fungsinya adalam untuk memperlambat oksidasi asam lemak tak jenuh sehingga dapat meredam bahaya radikal bebas (terutama yang disebabkan oleh sinar matahari dan asap rokok). Selenium juga dibutuhkan untuk proses reproduksi, menjaga kesehatan otak, memelihara kekebalan tubuh dan fungsi kelenjar tiroid serta memperbaiki mood. Selenium juga dibutuhkan untuk proses reproduksi, menjaga kesehatan otak, memelihara kekebalan tubuh dan fungsi kelenjar tiroid serta memperbaiki mood.
Selain itu pada pria selenium sangat berperan penting dalam produksi sperma dan testosteron. Hampir setengah dari selenium dalam tubuh pria disimpan dalam testis dan saluran mani. Jika tingkat selenium tidak cukup, sperma yang dihasilkan cenderung memiliki motilitas kurang karena ekor yang tidak terbentuk dengan baik. Sperma ini kurang aktif dan tidak mampu berenang cepat sehingga dapat menyebabkan pria mengalami gangguan kelainan pada sperma Teratozoospermia dan Asthenozoospermia.
Maka dari itu bagi pria sangatlah penting untuk menjaga kecukupan nutrisi selenium dalam tubuhnya. Dan mineral selenium ini dapat diperoleh dari berbagai macam makanan misalnya seperti jamur, tiram, semangka, bawang putih, bayam, ubi jalar, dan brokoli. Sebagian besar selenium dalam makanan berbentuk asam amino selenometionin. Suplemen selenium yang ditambahkan ke dalam makanan ternak berbentuk anorganik seperti natrium selenit.

Article From : andrologihospital

Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik konsultasi online, dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911922. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

PEMERIKSAAN SPERMA SECARA MAKROSKOPIK

Gangguan kelainan sperma pada pria seperti Oligospermia (produksi sperma yang rendah), Teratozoospermia (bentuk sperma tiak sempurna), Asthenozoospermia (sperma yang mampu bergerak kurang) ataupun nekrospermia (sperma mati) dapat diketahui dan didiagnosa melalui pemeriksaan analisis sperma.  tahap pertama pemeriksaan umumnya adalah pegambilan sampel, dan setelah sampel didapatkan maka akan dilakukan langkah pemeriksaan berikutnya yaitu pemeriksaan makroskopik.
http://andrologihospital.com/asthenozoospermia.html
 Semen normal tampak berwarna putih kelabu dan berbau seperti bunga akasia pada pagi hari. Semen yang berbau busuk diduga disebabkan oleh suatu infeksi. Dalam keadaan normal, semen mencair (liquefaction) dalam 60 menit pada suhu kamar. Dalam beberapa kasus pencairan tidak terjadi secara sempurna dalam 60 menit2. Hal ini menunjukkan adanya gangguan pada fungsi kelenjar prostat. Untuk itu, semen segera diperiksa setelah pencairan atau dalam waktu satu jam setelah ejakulasi.
Setelah diamati penampilannya, dilanjutkan dengan pengukuran volume semen. Volume semen diukur dengan gelas ukur atau dengan cara menghisap seluruh semen ke dalam suatu semprit atau pipet ukur. Nilai normal >/2,0 ml. Jika volume semen terlalu sedikit maka tidaklah cukup untuk menetralkan keasaman suasana rahim. Dengan demikian, sperma yang berada di rongga rahim akan segera mati sehingga kehamilan tidak terjadi. Volume dianggap abnormal jika semen < 2,0 ml.
Pemeriksaan makroskopik dilakukan dengan melihat konsistensinya. Untuk mengetahui konsistensi semen diukur dengan dua cara. Semen yang ada pada semprit diteteskan dari ujung jarum. Jika terjadi gangguan konsistensi maka tetesan membentuk benang yang panjangnya lebih dari 2 cm. Konsistensi juga diukur dengan cara memasukkan tangkai kaca ke dalam semen, kemudian mengamati benang yang terbentuk pada saat tangkai kaca tersebut dikeluarkan. Panjang benang > 2 cm dikatakan abnormal. Semen yang terlalu encer maupun terlalu kental kurang baik bagi sperma. Pada semen yang mempunyai konsitensi tinggi, kecepatan gerak sperma akan terhambat. Dengan demikian, akan mengurangi kesuburan pria tersebut. Sebaliknya, semen yang terlalu encer biasanya mengandung jumlah sperma yang rendah sehingga kesuburan juga berkurang.
Pemeriksaan makroskopik yang lain adalah pemeriksaan pH semen tersebut. Cara mengukur pH semen relatif mudah. Setetes semen disebarkan secara merata di atas kertas pH. Setelah 40 detik, warna daerah yang dibasahi akan merata, kemudian dibandingkan dengan kertas kaliberasi untuk dibaca pH-nya. pH semen normal yang diukur dalam waktu satu jam setelah ejakulasi berada dalam kisaran 7,2 sampai 7,8. Jika pH lebih besar dari 7,8 maka dicurigai adanya infeksi. Sebaliknya, jika pH kurang dari 7 pada semen azoospermia, perlu dipikirkan kemungkipan disgenesis vas deferens, vesika seminal, atau epididimis.

 Article From : andrologihospital

Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik konsultasi online, dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911922. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

FUNGSI UJI IMUNOLOGI PADA PEMERIKSAAN SPERMA

Gangguan kelainan sperma seperti Oligospermia (produksi sperma yang rendah), Teratozoospermia (bentuk sperma tiak sempurna), Asthenozoospermia (sperma yang mampu bergerak kurang) ataupun nekrospermia (sperma mati) pada pria sangatlah mempengaruhi kesuburan pada pria tersebut. Dan untuk mengetahui gangguan kelainan pada sperma dibutuhkan pemeriksaan analisis sperma.
Langkah pertama pada pemeriksaan analisis sperma ini diawali dengan pengambilan sampel. Setelah sampel diambil maka selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan makroskopik dan mikroskopik untuk melihat kenormalan sperma. Namun bila dalam pengujian tersebut ditemukan kelainan maka akan dilakukan Pengujian Biokimiawi. Selanjutnya bila berdasarkan Uji Biokimiawi ditemukan kecurigaan tertentu perlu dilakukan uji Imunologi juga pada sperma tersebut.
http://andrologihospital.com/asthenozoospermia.html
Pemeriksaan uji imunologi dilakukan karena kecurigaan adanya antibodi pelapis sperma pada semen tersebut. Antibodi-pelapis sperma merupakan tanda khas dan patognomonik untuk infertilitas yang disebabkan faktor imunologi. Antibodi sperma dalam semen tergolong dua kelas imunologi, yaitu IgA dan IgG. Pengujian terhadap antibodi tersebut dilakukan pada semen segar dan menggunakan cara reaksi antiglobulin campuran , yaitu uji MAR (Mixed Antislobulin Reaction) atau cara butir imun (Immunobead) .
Uji MAR IgG dilakukan dengan mencampur semen segar dengan butir lateks atau sel eritrosit biri-biri yang dilapisi dengan IgG manusia. Suatu antiserum IgG manusia yang monospesifik kemudian dibubuhkan kepada campuran tersebut. Terbentuknya gumpalan campuran antara butir dan sperma motil merupakan bukti adanya antibodi IgG pada spermatozoa. Diagnosis infertilitas dengan sebab imunologi merupakan suatu kemungkinan jika 40% atau lebih sperma motil mempunyai partikel yang melekat. Kemungkinan infertilitas karena sebab imunologi perlu dipikirkan jika 10--40% sperma motil mempunyai partikel yang melekat. Uji tambahan seperti uji kontak sperma-getah servik (KSGS) dan titrasi antibodi sperma dalam serum akan memperkuat atau menolak diagnosis.
Pemeriksaan imunologi semen yang lain adalah uji butir imun. Uji butir imun dilakukan untuk mengetahui adanya antibodi yang berada di permukaan sperma. Butir imun merupakan bola poliakrilamida dengan imunoglobulin kelinci-anti imunoglobulin manusia yang terikat secara kovalen. Adanya antibodi IgG dan IgA bisa diteliti sekaligus dengan uji ini.
Sperma dicuci terlebih dahulu agar terbebas dari cairan semen dengan cara sentrifugasi dan kemudian diresuspensi dalam larutan dapar. Suspensi sperma kemudian dicampur dengan suatu suspensi butir imun. Proporsi sperma dengan antibodi permukaan kemudian ditentukan dan kelas antibodinya (IgG atau IgA) diidentifikasi dengan menggunakan 2 jenis butir imun.
Jika uji butir imun positif maka perlu dilakukan uji tambahan seperti uji KSGS dan titrasi antibodi sperma dalam serum untuk memperkuat atau menolak diagnosis.

Article From : andrologihospital

Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik konsultasi online, dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911922. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

PENGUJIAN SPERMA SECARA BIOKIMIAWI

Mengalami  gangguan kelainan sperma seperti Oligospermia (produksi sperma yang rendah), Teratozoospermia (bentuk sperma tiak sempurna), Asthenozoospermia (sperma yang mampu bergerak kurang) ataupun nekrospermia (sperma mati) pada pria sangatlah mempengaruhi kesuburan pada pria tersebut. Dan untuk mengetahui gangguan kelainan pada sperma dibutuhkan pemeriksaan analisis sperma.
http://andrologihospital.com/asthenozoospermia.html
Langkah pertama pada pemeriksaan analisis sperma ini diawali dengan pengambilan sampel. Setelah sampel diambil maka selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan makroskopik dan mikroskopik untuk melihat kenormalan sperma. Namun bila dalam pengujian tersebut ditemukan kelainan maka akan dilakukan Pengujian Biokimiawi.
Uji biokimia menunjuk kepada fungsi kelenjar asesori, yaitu asam sitrat, gamma glutamil transpeptidase, dan fosfatase asam untuk kelenjar prostat. L. karnitin bebas dan alfa glukosidase untuk epididimis. Kadar petanda atau petanda khas yang rendah menggambarkan fungsi sekresi yang kurang baik, sehingga hal tersebut dipakai untuk menilai fungsi kelenjar asesori laki-laki. Suatu infeksi menyebabkan penurunan sekresi yang besar, tetapi nilai yang diperoleh untuk berbagai petanda masih dalam kisaran nilai normal yang besar. Suatu infeksi juga menyebabkan kerusakan pada epitel sekresi sehingga walaupun telah diberi pengobatan, kemampuan sekresi tetap rendah.
Uji biokimiawi semen untuk menilai kemampuan sekresi prostat adalah mengukur kadar seng dan asam sitrat. Sekret kelenjar prostat merupakan bagian yang meliputi 15%-30% dari volume total semen. Sekret kelenjar prostat tidak berwarna, bening, dan bersifat asam lemah (pH 6,5), mengandung banyak sekali asam sitrat serta fosfatase asam. Kadar seng dan asam sitrat memberi ukuran yang bisa dipercaya tentang sekresi kelenjar prostat. Antara seng, asam sitrat, dan asam fosfatase ditemukan korelasi yang baik, tetapi untuk kemudahannya hanya dua uji pertama yang sering dipakai.
Selain pengukuran sekresi prostat, perlu juga dilakukan pemeriksaan kemampuan sekresi vesika seminal. Sekret vesika seminalis ini merupakan komponen yang banyak sekali digunakan untuk indikator dalam menangani kasus infertilitas. Komponen ini pada waktu diejakulasikan berbentuk kental, kaya akan karbohidrat dan protein. Kemampuan sekresi vesika seminal bisa diketahui dengan pengukuran fruktosa. Penentuan fruktosa penting pada kasus duktus deferens, dan merupakan fraksi yang padat dengan spermatozoa. Cairan epididimis ini mengandung banyak sekali lipid dan glikogen. Di samping itu, mempunyai aktivitas fosfatase asam. Uji biokimia semen untuk mengetahui kapasitas sekresi epididimis adalah pemeriksaan L karnitin. L karnitin bebas memberikan gambaran tentang fungsi sekresi epididimis.

Article From : andrologihospital

Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik konsultasi online, dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911922. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

CARA PENYIMPANAN SPERMA UNTUK TEHNIK ART

Untuk membantu pria yang mengalami gangguan pada sperma seperti Oligospermia, Asthenozoospermia, Azoospermia, ataupun Terathozoospermia sehingga menyulitkan pria tersebut dalam mendapatkan keturunan maka dapat dilakukan prosedur  teknologi bantu reproduksi (ART) dalam upaya untuk mendapatkan keturunan tersebut. Dan untuk melakukan prosedur ini diperlukan sediaan sperma.
http://andrologihospital.com/asthenozoospermia.htmlDalam penyediaan bahan untuk prosedur ART, terutama yang tertunda, diperlukan simpan beku sperma. Simpan beku sperma adalah penyimpanan sperma pada suhu sangat rendah (-1960C) dalam nitrogen cair. Sebelum dilakukan penyimpanan, sperma terlebih dahulu dicampur cryoprotectant. Sperma yang bisa dilakukan simpan beku meliputi sperma normal, sperma sub-normal, misalnya oligozoospermia ataupun sperma dari epididimis, sperma segar (native semen), atau sperma yang sudah disiapkan (washed semen). Semuanya ini memerlukan analisis sperma.
Lingkup penggunaan simpan beku sperma dalam bidang reproduksi antara lain sebagai langkah profilaksis pada tindakan medis yang memungkinkan terjadinya penurunan kuantitas dan atau kualitas sperma dalam derajat yang bermakna, misalnya penggunaan kemoterapi pada kasus keganasan, tindakan pengamanan sperma sebelum dilakukan vasektomi karena kemungkinan terjadinya antibodi-antisperma (ASA), dan post-vasektomi yang dampaknya akan mengganggu kesuburan. Simpan beku sperma juga dilakukan pada kelainan oligozoospermia dengan cara kolektif sehingga bisa didapatkan tuaian lebih banyak dari pemrosesan beberapa ejakulat. Manfaat lain yaitu sebagai sarana pendukung (back up) laboratorium teknik bantu reproduksi, simpan beku sperma diperlukan keberadaannya.
Dalam proses simpan beku sperma, perlu memperhatikan beberapa hal, antara lain faktor laju perubahan suhu saat proses bekuan dan pencairan (thawing) serta konsentrasi cryoprotectant yang digunakan sehingga didapatkan tuaian normal. Cara pembekuan dilakukan perlahan-lahan dengan kecepatan penurunan suhu 10C per menit. Dengan demikian, spermatozoa akan mengalami proses eksoosmosis, yaitu keluarnya air intraseluler sampai terjadinya keseimbangan potensial kimia antara intraseluler dan ekstraseluler. Keluarnya air intraseluler menyebabkan peningkatan konsentrasi solut infra seluler dan menghindarkan toksik efek karena pembentukan es dalam sel. Berkaitan dengan hal tersebut, pada proses pembekuan perlu diperhatikan rentang suhu kritis, yaitu antara –40C sampai –600C. Di sini menggunakan cryoprotectant yang berfungsi memberikan proteksi spermatozoa terhadap suhu rendah sehingga kerusakan sel dapat dihindarkan. Adapun komponen utama cryoprotectant adalah gliserol yang mekanisme proteksinya adalah sebagai berikut:
1.      Menurunkan titik beku solut intraseluler.
2.      Interaksi dengan membran sel yang menyebabkan perubahan dari relatif cair menjadi kaku selama pembekuan.
3.      mencegah terjadinya perubahan konsentrasi elektrolit intrasel dan ekstrasel dengan cara mengikat elektrolit dan sebagian air.
Karena itu, konsentrasi tertentu dari gliserol, yaitu 7%, memberikan hasil yang terbaik. Digunakan thawing yang merupakan salah satu tahapan pekerjaan simpan beku, yaitu pengambilan sampel di mana terdapat peleburan dari kondisi beku menuju cair. Sampel sperma beku relatif toleran terhadap perubahan suhu saat thawing, bisa dengan kecepatan perubahan suhu 150C per menit. Yang perlu diperhatikan adalah suhu kritis saat thawing, yaitu antara –700C sampai –200C11. Setelah pencairan sperma, diperlukan analisis sperma untuk evaluasi jumlah dan viabilitasnya.

Article From : andrologihospital

Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik konsultasi online, dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911922. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

PENGUJIAN MIKROBIOLOGI PADA SPERMA

Gangguan pada sperma seperti Oligospermia (produksi sperma yang rendah), Teratozoospermia (bentuk sperma tiak sempurna), Asthenozoospermia (sperma yang mampu bergerak kurang) ataupun nekrospermia (sperma mati) dapat terjadi akibat adanya infeksi. Maka dari itu untuk mendeteksi adanya infeksi atau tidak pada pria yang megalami gangguan sperma perlu dilakukan pemeriksaan mikrobiologi pada sperma.   
http://www.andrologihospital.com/asthenozoospermia.html
Uji mikrobiologi dilakukan jika dicurigai ada infeksi mikroba pada semen tersebut. Semen yang akan dibiakkan dikumpulkan dengan melakukan perhatian khusus untuk mencegah kontaminasi. Sebelum mengumpulkan semen, penderita diminta mengeluarkan kencingnya terlebih dahulu. Segera setelah itu, ia mencuci tangannya dan genitalianya dengan sabun, kemudian membilasnya serta mengeringkannya dengan handuk bersih. Botol semen dalam keadaan steril. Biakan plasma semen membantu menegakkan diagnosis infeksi kelenjar asesori, terutama prostat. Biakan semen dilakukan jika penderita menunjukkan tanda atau gejala infeksi kelenjar asesori atau semen mengandung sel darah putih dalam jumlah lebih 1 juta/ml. Hasil biakan diinterpretasi dengan hati-hati. Uji-uji lain seperti pemeriksaan air seni pertama dan kedua serta cairan prostat yang diperoleh melalui pemijatan prostat dan air seni setelah pemijatan prostat, perlu dilakukan untuk menunjang diagnosis. Juga perlu dilakukan analisis biokimia semen. Pemeriksaan analisis sperma yang diuraikan tersebut masih menggunakan manual.

Article From : andrologihospital

Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik konsultasi online, dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911922. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

TEHNIK BANTUAN REPRODUKSI BAGI PRIA DENGAN KELAINAN SPERMA

Analisis sperma banyak dipakai pada teknologi bantu reproduksi (ART) untuk mengatasi permasalahan pada pria yang mengalami gangguan kelainan sperma seperti Oligospermia (produksi sperma yang rendah), Teratozoospermia (bentuk sperma tiak sempurna), Asthenozoospermia (sperma yang mampu bergerak kurang) ataupun nekrospermia (sperma mati) untuk membantu mendapatkan keturunan.
 ART adalah teknik bidang kedokteran untuk membantu proses reproduksi dengan cara mengatasi hambatan bertemunya spermatozoa dan oosit, sehingga memungkinkan terjadinya konsepsi pada pasangan infertil. Pelaksanaannya diperlukan persiapan sperma dan analisis berulang-ulang. Ada beberapa alasan cukup kuat mengapa sperma harus dipersiapkan terlebih dahulu sebelum digunakan dalam ART. Plasma semen mengandung faktor yang dapat mengurangi kemampuan fertilisasi spermatozoa. Plasma semen juga mengandung mikroorganisme dan sel-sel lain seperti lekosit yang mensekresi bahan-bahan yang dapat menghambat fertilisasi. Di samping itu, lebih efisien bila dilakukan inseminasi oosit hanya dengan spermatozoa berkualitas baik dan menyingkirkan yang jelek. Hal yang terpenting adalah pemisahan spermatozoa dari seminal plasma akan menginduksi terjadinya kapitasi.
http://www.andrologihospital.com/asthenozoospermia.htmlTujuan metode persiapan sperma adalah pemisahan spermatozoa motil dari plasma semen, dengan hasil tuaian semaksimal mungkin dan kerusakan pada sel spermatozoa seminimal mungkin. Selain itu, hasil persiapan sperma harus sebersih mungkin dari debris. Beberapa metode persiapan sperma adalah pencucian dan renang atas (PRA), swim up, migration gravity sedimentation, albumin column filtration, kolom bertingkat percoll (KBP), dan teknik migrasi ke samping (TMS). Secara rutin di laboratorium ART, metode persiapan sperma PPA dan KBP digunakan untuk inseminasi intra uterin dan fertilisasi in vitro, sedangkan TMS diperlukan untuk ICSI. Proses PRA berdasarkan kemampuan spermatozoa motil untuk migrasi dari endapan plasma semen menuju lapisan atas medium dan proses KBP untuk    spermatozoa yang berdasarkan pada filtrasi melalui partikel-partikel kolom percoll. Proses TMS berdasarkan kemampuan spermatozoa motil untuk migrasi secara horizontal.
Salah satu cara dari ART adalah TAGIT (Tandur Alih Gamet Intra Tuba) atau GIFT (Gamet Intra Fallopian Transfer). Prosedur ini mempertemukan sel benih (gamet), yaitu ovum dan sperma dengan cara menyemprotkan campuran sel benih itu memakai kanul tuba ke dalam bagian ampula. FIV atau bayi tabung adalah usaha fertilisasi yang dilakukan di luar tubuh, di dalam cawan biakan dengan suasana yang mendekati alamiah. Jika berhasil pada saat mencapai stadium morula, hasil fertilisasi ditanduralihkan ke endometrium rongga uterus. Kedua tindakan ini memiliki indikasi dan syarat-syarat tersendiri. Tandur alih gamet intra tuba indikasinya infertilitas idiopatik, endometriosis ringan, sindroma Rokitansky-Klister-Hauser, tuba satu dengan ovarium kontralateral, infertilitas primer dengan umur di atas 35 tahun, dan oligozoospermia. Syaratnya tuba paten, uterus dan endometrium normal, ovarium berfungsi normal, serta ada sperma yang motil. FIV indikasinya infertilitas primer dengan umur lebih 35 tahun, gagal dengan TAGIT, oklusi tuba bilateral, donasi ovum, sindroma Rokitansky-Kuster-Hauser, infertilitas idiopatik yang gagal dengan TAGIT, dan oligozoospermia. Syaratnya uterus dan endometrium utuh, ovarium masih berfungsi normal, serta ada sperma yang motil.

Article From : andrologihospital

Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik konsultasi online, dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911922. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

Sabtu, 15 Februari 2014

CARA MENDIAGNOSA KELAINAN PADA SPERMA


Tidak dapat dipungkiri sperma merupakan  poin penting dalam terjadinya kehamilan. Karena apabila tidak ada sperma maka pembuahan tidak dapat dilakukan. Namun faktor keberadaan sperma sendiri tidak selalu mejamin akan keberhasilan pembuahan itu sendiri. Karena untuk keberhasilan pembuahan, selain ketersedian ovum yang sudah matang juga dibutuhkan sperma yang berkwalitas baik. Kwalitas sperma yang baik itu sendiri dapat ditentukan berdasarkan beberapa criteria yaitu berdasarkan bentuk, jumlah, juga gerakannya. 
http://www.andrologihospital.com/asthenozoospermia.html
Namun terkadang ada pria yang  mengalami gangguan sperma sehingga menyulitkan terjadinya pembuahan. Misalnya gangguan seperti jumlah sperma yang kurang dari normal (Oligospermia), gerakan sperma kurang (Asthenozoospermia), sperma mati (Nekrozoospermia), dll.
Gangguan-gangguan sperma pada pria ini dapat diperiksa melalui pemeriksaan analisis sperma. Analisis sperma umumnya juga dilakukan untuk diagnosis evaluasi pre/post terapi medikal maupun surgikal infertilitas pria. Pemeriksaan laboratorium analisis sperma menurut WHO 1990, dilakukan dengan prosedur sebagai berikut :
1.      Prosedur standar pemeriksaan semen yang meliputi deskripsi plasma semen, konsentrasi sperma, motilitas, morfologi, hitung sel selain sperma, dan tes antibodi yang melapisi sperma.
2.      Jenis-jenis tes pilihan yang tidak rutin dilakukan, tetapi tergantung kebutuhan.
3.      Jenis tes riset yang digunakan dalam laboratorium riset andrologi.
4.      Garis besar teknik-teknik memisahkan sperma.
5.      Cara melakukan kontrol kualitas laboratorium andrologi.
6.      Metode yang lebih detail tentang tes interaksi mukus servikalis dengan sperma.
7.      Tambahan-tambahan tentang nilai rujukan analisis sperma, petunjuk teknik pewarnaan sperma, persiapan tes immunobead, dan biokimia semen.
Prosedur ini umumnya dilakukan untuk menghitung konsentrasi sperma, motilitas, dan morfologi. Saat ini direkomendasikan penghitungan 200 sperma dua kali untuk perhitungannya, yang dilakukan berdasarkan beberapa petunjuk, yaitu :
a.      Jumlah sel spermatozoa yang normal adalah minimal 20 juta/ml sperma. Apabila sel sperma jumlah kurang dari 20 juta/ ml maka sel spermatozoa ini digolongkan oligospermia.
b.      Penghitungan motilitas sperma berdasarkan bergerak tidaknya dan kecepatan sperma bergerak. Diketahui panjang kepala sperma 5 ìm dan panjang ekor sperma 50 ìm. Jika sperma bergerak dengan kecepatan 5 kali panjang kepala sperma atau setengah kali panjang ekor sperma maka diperkirakan kecepatan sperma adalah 25 ìm/detik. Metode ini memiliki reprodusibilitas yang lebih baik daripada metode yang direkomendasikan sebelumnya. 
c.       Menentukan bentuk normal dan abnormal, tanpa harus menghitung detail dari bentuk-bentuk abnormal sperma. 
d.      Tentang kontrol kualitas analisis sperma yang diperlukan untuk mendeteksi dan mengoreksi kesalahan sistematik serta variabilitas yang tinggi. Aktivitas kontrol kualitas disiapkan dengan satu laboratorium rujukan sebagai kontrol kualitas interna. Penetapan kualitas eksterna didasarkan pada hasil evaluasi sampel yang sama yang dievaluasi di beberapa laboratorium.

Article From : andrologihospital

Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik konsultasi online, dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911922. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

ZINC MEMBANTU ANDA MENJAGA KADAR TESTOTERON

Testoteron adalah hormon seks pria yang sangat berpengaruh dalam menjaga fungsi seksual pria. sehingga banyak gangguan pada alat reproduksi pria yang disebabkan oleh pengaruh gangguan keseimbangan hormone testoteron ini. Gangguan reproduksi yang pada umumnya melibatkan hormone seks pada pria ini antara lain seperti disfungsi ereksi seperti impotensi, disfungsi seksual seperti ejakulasi dini, ejakulasi terhambat, gangguan sperma seperti Asthenozoospermia, Oligospermia,  azoospermia, nekrospermia, dll.
Dan gangguan keseimbangan hormone testoteron ini dapat dipengaruhi oleh berbagai macam hal, misalnya seperti gangguan psikologis, hingga gangguan kecukupan nutrisi dalam tubuh.
Dalam hal ini nutrisi yang berpengaruh untuk menjaga kadar hormone testoteron pada pria salah satunya adalah zink.
Zinc adalah suatu mineral esensial yang secara alami terdapat pada beberapa makanan . Pada tubuh manusia, zinc memiliki peran penting dalam metabolisme sel. Zinc juga berperan dalam fungsi imun, sintesis, penyembuhan luka, sintesis DNA dan pembelahan sel. Selain itu zinc juga dikenal sebagai mineral yang mendukung tumbuh kembang normal selama masa kehamilan, masa bayi, anak dan remaja. Ketepatan manusia dalam merasakan bau dan rasa juga tidak lepas dari pengaruh zinc.
http://www.andrologihospital.com/asthenozoospermia.htmlSelain itu kekurangan zinc pada pria dapat menurunkan kadar testosteron. Suplementasi mikronutrien ini dapat meningkatkan jumlah sperma dan memperbaiki kesuburan. Karena Zinc berperan dalam berbagai aspek dalam reproduksi pria. Ia ditemukan dalam air mani, sperma dan testosteron. Zinc dibutuhkan untuk pembentukan sperma, motilitas sperma dan metabolisme hormon. Pria yang kurang subur biasanya memiliki Zinc dengan tingkat lebih rendah dari normal.Tingkat testosteron mereka juga lebih rendah. Asupan Zinc meningkat baik jumlah sperma dan motilitas sperma. Hal ini penting bagi kesehatan organ reproduksi dan kelenjar prostat. Zink ini dapat ditemukan dalam bahan makanan seperti  Ikan laut, hati, daging, telur, keju, dan susu.

 Article From : andrologihospital

Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik konsultasi online, dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911922. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

PENTINGNYA VITAMIN B12 UNTUK KWALITAS SPERMA

Tidak dipungkiri kwalitas sperma yang baik sangat menunjang keberhasilan terjadinya pembuahan. Namun kwalitas sperma yang baik tidak begitu saja mudah didapatkan. Produksi sperma yang baik sangat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor misalnya psikologis, maupun asupan nutrisi.  
Nutrisi yang cukup tidak dapat ditawar lagi menjadi salah satu faktor penentu dari baiknya kwalitas sperma itu sendiri. Karena sperma membutuhkan media yang kaya nutrisi bagi mereka untuk bertahan hidup,bergerak, dan tetap aktif. Dan untuk menjaga sperma agar selalu aktif, sperma membutuhkan nutrisi penting yang didapatkan dari asupan sehari-hari.
Dan salah satu nutrisi yang penting untuk menjaga kwalitas sperma adalah vitamin B12. Bersama dengan asam folat, B12 diperlukan untuk pembentukan materi genetik. Kadar yang kurang menyebabkan produksi sperma yang abnormal (Teratozoospermia), penurunan jumlah sperma (Oligospermia), dan kemampuan gerak sperma yang kurang (Asthenozoospermia).
http://www.andrologihospital.com/asthenozoospermia.html
Sehingga kecukupan vitamin B12 dalam tubuh sangatlah mutlak bagi pria terutama yang mendambakan hadirnya keturunan dalam keluarganya. Vitamin B12 dapat dijumpai hanya di dalam daging hewan dan produk-produk hewani. Orang yang hanya makan sayuran (vegetarian) dapat melindungi diri sendiri melawan defisiensi (kekurangan) dengan menambah konsumsi susu, keju dan telur. Hal ini berarti sekitar satu cangkir susu atau satu butir telur untuk satu harinya. Untuk seorang vegetarian yang tidak memakan semua produk dari hewan dapat memperoleh sumber vitamin B12 dari susu kedelai atau ragi yang sudah ditumbuhkan dalam lingkungan yang kaya akan vitamin B12.

Article From : andrologihospital

Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik konsultasi online, dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911922. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

VITAMIN E UNTUK MENJAGA KESUBURAN

Sudah banyak orang yang mengetahui bahwa vitamin E memiliki manfaat untuk menjaga kesuburan baik pada pria mapun wanita. Salah satu manfaat vitamin E dalam menjaga kesuburan pria adalah vitamin E mampu memperbaiki fungsi kelenjar endokrin dalam tubuh (mengatur kesehatan keseluruhan dari tubuh kita).
Selain itu vitamin E juga mampu Membantu sperma dalam penetrasi sel telur. Dimana penetrasi sel telur bisa jadi kesulitan bagi sperma yang mengalami kelainan seperti asthenozoospermia, ataupun teratozoospermia.
Vitamin E juga merupakan antioksidan. Sehingga dapat melindungi sperma dari reaksi oksidatif dari radikal bebas. Selain itu vitamin ini juga membuat sel menjadi awet muda.
http://www.andrologihospital.com/asthenozoospermia.html
Vitamin E mudah didapat dari bagian bahan makanan yang berminyak atau sayuran. Vitamin E banyak terdapat pada buah-buahan, susu, mentegatelur, sayur-sayuran, terutama kecambah. Contoh sayuran yang paling banyak mengandung vitamin E adalah minyak biji gandumminyak kedelaiminyak jagung, alfalfaselada, kacang-kacangan, asparaguspisang, strawberry, biji bunga mataharibuncisubi jalar dan sayuran berwarna hijau. Vitamin E lebih banyak terdapat pada makanan segar yang belum diolah

Article From : amdrologihospital

Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik konsultasi online, dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911922. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

MANFAAT VITAMIN C UNTUK KWALITAS SPERMA

Sperma merupakan kunci untuk kehamilan. Tanpa adanya sperma maka pembuahan mustahil dapat terjadi. Namun keberdaan sperma pun juga belum tentu selalu menjamin keberhasilan pembuahan itu sendiri. Karena faktor keberhasilan dari pembuahan tersebut ditentukan dari adanya sel ovum dan sel sperma yang berkwalitas baik. Jika sperma tidak berkwalitas baik maka juga bisa menyulitkan terjadinya pembuahan itu sendiri. Salah satu hal yang dapat mempengaruhi baik tidaknya kwalitas sperma adalah faktor gizi yang cukup. Karena Sperma membutuhkan media yang kaya nutrisi bagi mereka untuk bertahan hidup,bergerak, dan tetap aktif.
Salah satu nutrisi yang dibutuhkan untuk selalu menjaga kwalitas sperma agar tetap baik adalah vitamin C. Vitamin C  atau yang biasa disebut juga dengan asam askorbat memang sangat banyak sekali memberikan manfaat bagi tubuh manusia. Vitamin C juga termasuk senyawa antioksidan alami yang dapat menangkal berbagai radikal bebas dari polusi dan oksidan yang selalu menyerang tubuh kita. vitamin  C  dalam tubuh berfungsi sebagai  penyusun jaringan kulit, sendi, tulang, dan jaringan tubuh lainnya, membantu menghambat mutasi berbagai macam peyakit seperti kanker dan lainya, menyembuhkan luka dan membentuk jaringan, Memperbaiki dan memelihara tulang rawan, tulang, dan gigi. Serta juga membentuk protein yang digunakan untuk membuat kulit, tendon, ligamen, dan pembuluh darah.
Dan selain  manfaat diatas ternyata vitamin C pada pria juga sangat berpengaruh pada kwalitas sperma. Vitamin C pada sperma berfungsi sebagai pelindung dari kerusakan karena oksidasi serta mengurangi aglutinasi sperma (sperma saling menempel). Hal ini dikarenakan vitamin C dapat melindungi sperma dari reaksi oksidatif dari radikal bebas. Karena serangan-serangan radikal bebas dapat menyebabkan kerusakan DNA dalam sperma. selain itu vitamin C juga dapat menghindarkan sperma dari kelainan Asthenozoospermia (kurangnya gerakan sperma) karena vitamin C juga dapat mencegah sperma saling menempel, sehingga motilitas sperma bisa meningkat untuk kesempatan lebih besar dalam membuahi sel telur.
http://www.andrologihospital.com/asthenozoospermia.htmlAsupan vitamin C yang cukup pada pria mampu meningkatkan motilitas sperma 30% dan mengurangi jumlah sperma yang abnormal. Dan memenuhi asupan vitamin dalam tubuh sebenarnya bukanlah hal yang sulit karena vitamin C banyak terkandung dalam buah dan sayur yang sangat mudah sekali ditemukan dipasaran, misalnyaseprti jeruk, nanas, lobak, kentang, tomat, labu, kiwi, mangga, pepaya, semangka, brokoli, kol, paprika hijau dan merah, bayam, kubis, strawberi, raspberry, blueberry dll.

Article From : andrologihospital

Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik konsultasi online, dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911922. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.